
Kawah Ijen Banyuwangi tersohor hingga ke mancanegara karena fenomena alamnya yang langka dan menarik. Tak heran jika destinasi wisata Banyuwangi satu ini mampu menyedot perhatian wisatawan dari berbagai penjuru dunia. Sebenarnya fenomena alam apakah yang mampu menjadi magnet wisatawan lokal maupun asing tersebut?
Bagi Anda yang belum pernah mendengar nama Gunung Ijen, mungkin belum juga mendengar tentang fenomena alam munculnya api biru (Blue Fire) di Kawah Ijen. Blue Fire merupakan salah satu fenomena langka dimana lelehan api berwarna biru terang tercipta dari hasil pembakaran gas belerang, dan keluar dari celah-celah retakan vulkanik dan pipa penyaluran gas. Kawah Ijen diyakini sebagai satu dari dua gunung di dunia yang dapat menghasilkan apip biru, yang salah satunya Adalah Gunung Berapi Dalol yang terletak di Ethiopia.

Fenomena api biru hanya dapat disaksikan jika hari masih gelap. Sehingga api biru yang dihasilkan oleh terbakarnya sulfur dan terkena udara akan terlihat dan dapat disaksikan secara langsung dengan mata telanjang. Kecuali jika kondisi cuaca tidak memungkinkan seperti hujan atau kondisi angin dan asap belerang yang tak terlalu kencang.
Perjalanan menuju Gunung Ijen membutuhkan waktu sekitar satu jam dari pusat kota Banyuwangi. Sesampai di area parkir bernama Pos Paltuding, persiapan pendakian akan kami persiapkan dengan baik. Untuk mencapai puncak Gunung Ijen membutuhkan jarak tempuh sekitar tiga kilometer pendakian atau sekitar 2 hingga 3 jam pendakian.

Kondisi jalur Gunung Ijen yang cenderung berpasir dan cukup menanjak tentu membutuhkan persiapan khusus seperti kesiapan fisik dan juga peralatan seperti sepatu, jaket, sarung tangan, dan juga masker gas untuk penghalau asap belerang. Sesampai di puncak Kawah Ijen, selain fenomena api biru yang memukau, hangatnya matahari terbit sekaligus memberikan pemandangan yang luar biasa indah.

Keindahan kaldera Kawah Ijen sekaligus menjadi lanskap yang wajib untuk diabadikan. Di puncak ini kita dapat sekaligus melihat aktivitas penambangan belerang yang dilakukan oleh puluhan penambang. Dari dapur kawah akan terlihat proses penambangan dengan menggunakan linggis untuk menghancurkan belerang yang telah mengeras.
Setelah mendapatkan bongkahan belerang dengan minimal berat 80 kilogram itu, para penambang akan membawanya di atas sebuah keranjang sederhana yag terbuat dari anyaman bambu menuju ke bibir kawah. Sesampainya di bibir kawah, para penambang berusia paruh baya tersebut akan memindah bongkahan belerang ke sebuah troli angkut dan membawanya turun hingga menuju Pos Paltuding.
Jika kondisi masih memungkinkan, kami akan sekaligus mengajak Anda menuju Air Terjun Jagir yang berada di bawah kaki pegunungan Ijen.
Baca juga : Exploring Kawah Ijen & Taman Nasional Baluran 1 Hari
– Meet and Greet dengan team di area Banyuwangi pukul 00:30 WB
– Transfer menuju Pos Pendakian Paltuding
– Coffee break dan safety briefing oleh team
– Start pendakian pukul 02:00 WI
– Crater sightseeing dan sunrise sightseeing
– Kembali ke Pos Paltuding
– Mengunjungi Air Terjun Jagir (opsional)
– Kembali ke area Banyuwangi
– Drop-off service di area Banyuwangi
—
HARGA TOUR TERMASUK
– Transportasi private berdasarkan jenis
* Standard car: Peserta tour 1 – 5 pax
* Jeep tropper: Peserta tour 1 – 5 pax
* Toyota Innova: Peserta tour 1 – 6 pax
* Mini Van: Peserta tour 6 – 10 Pax (Include Tour Guide)
– BBM, parkir dan retribusi
– Driver berengalaman
– Tiket masuk Kawah Ijen
– Pemandu lokal Kawah Ijen
– Masker gas dan lampu senter
– Coffee break di Pos Pendakian
– Surat sehat (persyaratan Ijen)
– Air mineral
– Tax & service
HARGA TOUR TIDAK TERMASUK
– Optional tour (tour tambahan diluar jadwal)
Untuk informasi lebih lanjut, silakan menghubungi kami melalui WhatsApp +6287755516005 / Email balijavaholidays@gmail.com atau mengisi form reservasi di bawah ini!
—