Pantai Pancur mendapatkan berada di Banyuwangi, Jawa Timur. Pesona pantainya mulai dari pasir putih hingga panorama matahari tenggelam. Obyek wisata pantai memang tak pernah salah untuk dikunjungi.
Nama Pancur berasal dari aliran sungai kecil yang membentuk air terjun dan langsung menuju laut. Airnya tawar dan sering digunakan pengunjung untuk berbilas seusai beraktivitas di pantai.
Pantai Pancur beralamat di Desa Kalipahit, Kecamatan Tegaldlimo, Kabupaten Banyuwangi, Jawa Timur. Lokasi Pantai Pancur berjarak 67 km dari pusat kota Banyuwangi. Perjalanan dengan kendaraan pribadi membutuhkan waktu sekitar 2 jam.
Obyek wisata ini termasuk di dalam kawasan Taman Nasional Alas Purwo. Dari Pos Rowobendo atau gerbang masuk taman nasional, Anda masih harus menempuh sekitar 5 km perjalanan lagi. Saat mencapai Resort Pancur, Anda bisa memarkir kendaraan di area parkir. Di area resort Anda juga bisa menemukan beberapa fasilitas pendukung seperti mushola, kamar mandi, serta kantin. Kemudian, Anda perlu menuruni anak tangga agar benar-benar tiba di area Pantai Pancur.
Lebih lanjut, obyek wisata pantai dapat dikunjungi setiap hari selama 24 jam. Anda hanya perlu membeli tiket masuk sebesar dua puluh ribu per orang.
Daya tarik pertama saat memasuki obyek wisata pantai adalah adanya sungai air tawar yang mengalir langsung menuju laut. Ada bagian aliran air yang membentuk seperti air terjun kecil. Di sinilah nama Pancur berasal. Pancur dalam bahasa Jawa berarti mancur dari kata air mancur atau pancuran.
Keberadaan air terjun kecil tersebut tentu juga menjadi daya tarik tersendiri. Selain bisa menjadi tempat berbilas, air terjun akan menjadi latar belakang menarik untuk berswafoto. Anak-anak juga akan sangat senang bermain air yang pastinya segar dan tidak meninggalkan kesan lengket seperti air laut.
Instagram.com @dee_dianism
Setelah air terjun, Anda akan menemukan bentangan pasir putih sepanjang bibir pantai. Ya, pantai di Banyuwangi juga ada yang berpasir putih. Anda dapat merasakan lembutnya pasir putih saat menyusuri tepian Pantai Pancur. Jika tidak ingin lelah berjalan, Anda dapat memilih berbaring dan bersantai beralas pasir putih yang halus.
Daya tarik lainnya adalah air laut yang berwarna biru kehijauan. Jika air laut surut, Anda dapat menyaksikan bebatuan yang tidak begitu besar di sepanjang pantai. Batu-batu tersebut berwarna kehijauan karena berselimut lumut.
Instagram.com @triyuli_astutik 2
Garis pantai yang cukup panjang akan membuat Anda puas menyusuri pasir putih Pantai Pancur. Jika Anda datang pada pagi hari, sinar matahari hangat akan menemani Anda. Berjemur di tepi pantai juga bisa menjadi pilihan menyenangkan.
Jika Anda datang bersama anak-anak, mereka pasti akan antusias bermain pasir putih. Tentu saja mereka mungkin akan lebih memilih berlarian karena hamparan pasir putihnya cukup luas. Namun, Anda juga harus berhati-hati terhadap bebatuan di tepi pantai yang licin karena lumut.
Selain menikmati pantai dari tepian, Anda dapat mencoba menyusuri laut dengan naik perahu nelayan setempat. Mereka menyewakan perahu dan akan menemani Anda menikmati keindahan pantai dari tengah laut. Nah, Anda bisa mengabadikan momen berperahu dengan kamera Anda. Pemandangan dari tengah laut tentu saja tak kalah menarik, bukan?
Setelah lelah bermain di tepian pantai atau mungkin berenang di laut, Anda bisa menikmati segarnya air tawar di sungai. Para pengunjung biasanya memanfaatkan air tawar di sini untuk membilas badan. Penampakan air terjunnya pun begitu cantik untuk menjadi latar foto Anda.
Bagi penggiat fotografi, banyak spot di kawasan Pantai Pancur bisa menjadi obyek foto instagenik. Anda bisa mengeksplorasi daerah sungai dan air terjun, area tepian pantai, sampai bebatuan berlumut. Sayangnya, tidak banyak tempat teduh di sini. Maka, Anda harus benar-benar mempertimbangkan teknik pengambilan gambar agar hasilnya memuaskan. Namun, bukankah tantangan akan menambah keseruan Anda berburu foto?
Instagram.com @trip.banyuwangi
Pesona Pantai Pancur pada sore hari tentu saja saat matahari tenggelam. Anda dapat menikmati perpaduan warna jingga dan birunya laut saat matahari tampak menyatu di ujung cakrawala. Sungguh momen yang perlu Anda simpan dalam foto atau mungkin video pendek.
Instagram.com @akbarwhy27
Jika cukup beruntung, Anda bisa bertemu nelayan yang pulang dari menangkap ikan. Anda tentu juga dapat membeli hasil tangkapan nelayan. Selanjutnya, Anda dapat membakar ikan sambil menikmati matahari tenggelam atau berkemah.
Ya, Anda boleh berkemah di area pantai yang cukup luas. Anda sebaiknya mendirikan kemah sambil menanti saatnya matahari tenggelam. Kemudian, Anda bisa menikmati turunnya sang surya sambil duduk-duduk di depan tenda. Nah, pada malam harinya Anda tinggal menyalakan api unggun untuk menghangatkan diri. Pengalaman berkemah di Pantai Pancur tentu juga akan menjadi pengalaman tak terlupakan.
Jika Anda memiliki hobi bersepeda, berwisata ke pantai bisa dengan bersepeda. Bahkan Anda bisa bersepeda hingga ke bibir pantai. Menyusuri pantai dengan berjalan kaki sudah cukup umum, bukan? Maka, sesekali Anda bisa mencoba bersepeda sepanjang pantai pada pagi atau sore hari. Kemudian, akhiri aktivitas bersepeda dengan membasuh diri di air terjun tepi pantai. Sungguh pengalaman unik!
Destinasi Pantai Pancur buka selama 24 jam dan memiliki beberapa fasilitas pendukung untuk para pengunjung, yaitu:
Berikut ada beberapa hal yang perlu Anda ingat sebelum berangkat wisata ke pantai.
Ada pasir putih, air laut biru, bebatuan berlumut di tepi pantai, dan sungai air tawar. Bukankah destinasi pantai ini sungguh menakjubkan? Anda tak perlu ragu menghubungi agen perjalanan terpercaya lalu merencanakan liburan ke Pantai Pancur Banyuwangi.