Djawatan Benculuk Banyuwangi

TEMPAT WISATA BANYUWANGI

“DJAWATAN BENCULUK BANYUWANGI”

Kawasan Djawatan Benculuk Banyuwangi merupakan objek wisata berupa bangunan tua bekas kantor pengelolaan Transportasi Kereta Api. Kini, selain dialihfungsikan sebagai tempat wisata, Djawatan atau Jawatan Benculuk pun menjadi area resapan air serta lokasi penimbunan kayu jati berkualitas tinggi oleh Perhutani Banyuwangi.

Sejarah singkat Djawatan Benculuk

Gedung Djawatan Benculuk kali pertama dibangun pada 1951 dan berakhir pada 1962. Kantor tersebut berdiri di atas lahan seluas 5,2 hektar, tetapi kini sudah berkurang menjadi 3,8 hektare. Keunikan lain yang disuguhkan Djawatan Benculuk adalah mempunyai pasokan listrik mandiri yang membuatnya tidak perlu tergantung pada sumber lain.

Anda yang menyukai wisata sejarah pun bakal terpukau saat datang ke Djawatan Benculuk Banyuwangi, sebab ada kereta tua bernama Sepur Klutuk yang masih dilengkapi teknikasi hingga bengkel. Kereta ini dulunya dimanfaatkan sebagai moda transportasi antar kecamatan di Kabupaten Banyuwangi. Rutenya dimulai dari Kalibaru, Genteng, Purwoharjo, Alas Purwo, Srono, Rogojampi, hingga Banyuwangi Kota. Di sini, Anda juga masih bisa menjumpai rel yang dilewati Sepur Klutuk meski sebagian sudah rusak.

Dikelilingi hutan trembesi dan tanaman lainnya

Daya tarik lain yang bakal Anda jumpai di Djawatan Benculuk adalah hutan trembesi yang berada di sekitar bangunan. Trembesi merupakan pohon berkayu keras dengan cabang-cabang panjang. Banyak wisatawan yang mengatakan bila Djawatan Benculuk Banyuwangi mirip salah satu lokasi di film fantasi Lord of the Rings. Maka jangan kaget kalau Anda mendapati sebagian besar pengunjung menjadikannya sebagai latar swafoto hingga lokasi pemotretan untuk pre-wedding.

Ada pun beberapa jenis tanaman selain trembesi yang akan Anda jumpai di Djawatan Benculuk, yakni:

– Pohon jati. Jenis pohon ini bukan hanya jadi ikon Djawatan Benculuk, melainkan juga saksi bisu perkembangan tempat wisata tersebut. Sebagian di antaranya bahkan berusia puluhan tahun;

– Sekilas, rasa dari tanaman ini akan mengingatkan Anda pada lengkuas. Tak hanya itu, wesah yang tumbuh di kawasan Djawatan Benculuk Banyuwangi juga bisa diolah menjadi obat untuk mengatasi gangguan lambung;

– Jamur kepong. Keberadaan jenis jamur ini sebenarnya berkurang cukup banyak karena sering kali dicabuti pengelola Perhutani. Namun kalau beruntung, Anda akan menjumpai jamur kepong saat menelusuri kawasan Djawatan Benculuk;

– Selain trembesi, santinet adalah tipe pohon yang mendominasi kawasan wisata ini. Bentuk dahannya yang menyerupai cakar-cakar panjang menimbulkan kesan magis seperti di dunia lain yang memukau para pengunjung, terutama saat sudah mengeluarkan buah merah;

– Salak liar dan kelengkeng. Anda yang menggemari buah tropis pasti bakal senang saat melihat kedua buah ini di Djawatan Benculuk. Akan tetapi, salak liar dan kelengkeng di tempat tersebut bukanlah untuk konsumsi. Salak yang Anda petik di Djawatan Benculuk Banyuwangi mempunyai rasa yang amat asam, sedangkan pohon kelengkengnya berfungsi sebagai penangkal banjir.

Anda bisa melakukan kegiatan lain di sekitar Djawatan Benculuk seperti duduk santai, joging, hingga bersepeda. Pengelola tempat wisata ini juga menyediakan wahana menarik seperti pemancingan ikan, tempat bakar ikan, sampai yang menantang seperti arung jeram. Anda hanya perlu mengeluarkan dana tambahan untuk menikmati wahana-wahana tersebut.

Ada pula kalong yang menjadi salah satu fauna terkenal di sekitar Djawatan Benculuk. Salah satu jenis kelelawar tersebut mengonsumsi serangga dan biji-bijian sebagai makanan utamanya. Kalong tinggal di area sepi dan jauh dari jangkauan manusia seperti gua. Ada juga kalong yang membangun sarang di bangunan tua Djawatan Benculuk Bayuwangi.

Fasilitas dan tiket masuk ke Djawatan Benculuk

Pengelola Djawatan Benculuk sudah menyediakan berbagai fasilitas seperti musala, toilet, lapangan bola dan tenis, minimarket, hingga wi-fi untuk kenyamanan pengunjung. Kabar baiknya, sejauh ini untuk masuk ke kawasan Djawatan Benculuk, wisatawan tak akan dikenakan biaya sepeser pun. Anda hanya perlu mengeluarkan biaya untuk wahana dan keperluan lainnya.

Djawatan Benculuk berlokasi di Kecamatan Cluring, Desa Benculuk dan dapat ditempuh dari pusat kota Banyuwangi selama 30 menit atau kurang lebih 50 kilometer dari jalan raya. Lokasi strategis membuat Djawatan Benculuk Banyuwangi mudah untuk ditemukan.

CHAT US