Kawah Ijen Banyuwangi

TEMPAT WISATA BANYUWANGI

“KAWAH IJEN BANYUWANGI”

Siapa yang tidak mengenal Kawah Ijen Banyuwangi? Berlokasi di salah satu kota di ujung timur Pulau Jawa, destinasi wisata tersebut telah menarik atensi wisatawan baik dari dalam hingga luar negeri. Para pendaki pun telah lama menjadikannya sebagai target yang wajib mereka kunjungi.

Perjalanan yang harus Anda tempuh demi menjangkau Kawah Ijen memang cukup menyulitkan. Namun, hasilnya sepadan dengan pengalaman yang bakal Anda jumpai, antara lain:

  1. Mengamati fenomena lava biru

Keberadaan blue fire atau lava biru ternyata hanya ada dua di dunia, yakni di Islandia dan Indonesia. Karena cukup langka, lava biru yang berada di Kawah Ijen Banyuwangi menjadi atraksi turis yang tidak pernah sepi dari pengunjung. Para wisatawan pun rela mendaki di malam hari selama tiga hingga empat jam demi menyaksikan pijar kebiruan di puncak Ijen sembari menanti matahari terbit.

  1. Kawah turkuois yang memukau

Jangan kecewa kalau Anda belum bisa melihat blue fire di malam hari, karena pemandangan Kawah Ijen di pagi dan siang hari tak kalah mengesankan. Salah satunya adalah mengamati kawah danau Ijen yang berwarna turkuois. Keindahannya yang diselubungi asap belerang pun membuat lokasi tersebut sering kali diabadikan pengunjung dalam potret maupun swafoto.

  1. Bertemu penambang belerang

Berkunjung ke Kawah Ijen Banyuwangi juga akan mempertemukan Anda dengan para penambang belerang di sekitar tempat wisata. Setiap harinya, mereka harus membawa sekitar 80 hingga 100 kg belerang. Meski kehidupannya masih jauh dari kata sejahtera, para penambang tampak senang setiap kali diajak mengobrol dengan para pendaki.

Tips mendaki yang aman ke Kawah Ijen

Seperti yang telah disinggung, Ijen merupakan medan pendakian yang cukup berat karena berada di sekitar pegunungan. Anda juga harus berhati-hati saat menyambangi daerah penambangan, karena mengisap gas belerang berlebih berpotensi menimbulkan gangguan kesehatan. Supaya perjalanan ke Ijen lancar, berikut sejumlah hal yang perlu Anda siapkan:

  • Kenakan pakaian hangat. Mengingat lokasi lava biru berada di tempat tinggi, wisatawan yang ingin melihatnya di Kawah Ijen Banyuwangi disarankan mengenakan pakaian hangat. Terutama kalau Anda datang di musim penghujan yang basah dan lembap. Bawa pakaian ganti dan sepatu khusus mendaki yang memadai;
  • Membawa jaket dan syal. Item lain yang wajib Anda bawa untuk pendakian adalah jaket dan syal. Keduanya dapat menjaga temperatur tubuh agar tetap stabil dan mencegah Anda dari gangguan kesehatan selama mendaki. Kontrasnya cuaca di antara perkotaan dengan pegunungan kerap kali mengejutkan wisatawan, terutama yang tidak menyiapkan pakaian dengan baik;
  • Rajin berolahraga. Kontur pendakian yang lumayan menantang membuat sebagian pendaki cepat merasa lelah, terutama kalau Anda tidak terbiasa naik gunung. Oleh karena itu, sebelum pergi ke Kawah Ijen Banyuwangi, alangkah baiknya Anda mempersiapkan fisik dengan latihan seperti pernapasan hingga berenang untuk menjaga stamina tubuh.

Waktu terbaik mengunjungi Kawah Ijen

Selain faktor-faktor di atas, waktu ikut mempengaruhi kualitas perjalanan maupun kesehatan pendaki yang tertarik menyaksikan blue fire di puncak Ijen. Lantas, kapan sebaiknya Anda pergi ke tempat wisata alam di Banyuwangi tersebut?

  • Desember sampai Januari. Intensitas kabut di puncak Ijen biasanya menipis pada akhir Desember, sehingga memudahkan wisatawan untuk melihat maupun memotret lava biru. Di sisi lain, karena Desember-Januari masih berada di musim penghujan, Anda harus membawa item-item proteksi lebih banyak untuk bertualang ke Kawah Ijen Bayuwangi;
  • Juli sampai September. Juli sampai September merupakan waktu pendakian favorit karena telah memasuki musim kemarau. Cuaca yang cenderung cerah sepanjang hari dan permukaan tanah yang selalu kering tak akan menghambat perjalanan Anda menuju puncak gunung;
  • Mendaki di pagi dan malam hari. Wisatawan yang memutuskan mendaki di pagi hari dianjurkan untuk memulai perjalanan pada pukul 5 atau 6 pagi untuk menghindari embusan angin kencang di siang hari. Sementara Anda yang ingin pergi di malam hari disarankan melakukan pendakian pada pukul 10 malam.
CHAT US