
Sehabis ditutup berbulan-bulan untuk turis, Taman Wisata Alam (TWA) Kawah Ijen Banyuwangi bakal segera dibuka kembali. Berita ini pasti menjadi angin segar untuk para pelaku wisata Banyuwangi ataupun para traveler yang ingin menikmati indahnya kawah terbesar di dunia ini.
Kepala Seksi Konservasi Daerah V BKSDA Jawa Timur, Purwantono, membenarkan rencana pembukaan TWA Kawah Ijen Banyuwangi buat pengunjung ini.“ Wacananya begitu menyambut new normal itu. Nanti hendak terdapat pengumuman resminya lewat pesan yang dikeluarkan,” ucap Purwantono, Sabtu 6 Juni 2020.
Walaupun hendak segera dibuka, Purwanto menegaskan, protokol kesehatan senantiasa wajib dilakukan guna menghindari penyebaran Covid- 19. Apalagi, pihaknya hendak memberlakukan sistem kuota untuk menghindari kepadatan wisatawan.
“ Hasil kajian yang dicoba BBKSDA rencananya dalam satu hari hendak dibatasi maksimal 450 wisatawan,” ucap Purwanto.
Pendaki Dibagi Dua Kali Sehari
Dari kuota tersebut, pihaknya juga hendak membagi pendakian sebanyak dua kali saja dalam satu hari. Sehingga dalam tiap kali pendakian maksimal hanya 225 orang saja.
“Dalam beberapa pertemuan telah disampaikan pendakian ke Ijen dijadwalkan hendak dilakukan dua kali sehari,”
Untuk waktu pendakian yang rencananya hendak diterapkan ialah pukul 03. 00 Wib s/ d 08. 00 Wib untuk shift awal. Sedangkan untuk shift kedua ialah mulai pukul 08. 00 WIB s/d 13. 00 Wib.
Purwanto menambahkan, untuk wisatawan yang ingin melakukan pendakian ke Gunung Ijen, nantinya dapat melaksanakan pemesanan tiket lebih dulu. Pihaknya memberlakukan pemesanan tiket secara online.
“Booking online. Waktu pemesanan tiket hendak diinformasikan lebih lanjut oleh pihak BBKSDA,” tegasnya.
Kawah Ijen Banyuwangi merupakan salah satu ikon wisata Banyuwangi. Tidak hanya mempunyai danau kawah terluas di dunia, Kawah Ijen juga populer akan api biru atau blue fire yang menyala sepanjang tahun.
Tetapi, semenjak pandemi Covid- 19 menyerang Banyuwangi, pada bulan Maret 2020 pemerintah wilayah setempat menutup total akses pendakian Kawah Ijen. Hal ini dilakukan sebagai upaya phisycal serta social distancing untuk menghindari penyebaran virus mematikan tersebut.
Praktis sejak saat itu, tidak terdapat satupun pengunjung yang diperboleh melaksanakan pendakian ke Kawah Ijen Banyuwangi.