Kawasan hutan dengan pepohonan besar di film The Lord of the Rings atau seri Game of Thrones sekilas seperti hasil rancangan software atau CGI. Namun, lokasi tersebut ternyata ada di dunia nyata. Salah satunya malah bisa Anda datangi di Indonesia, tepatnya di De Djawatan Banyuwangi, Jawa Timur.
@ach.styobii
Berlokasi di Desa Benculuk, Kecamatan Cluring, Kabupaten Banyuwangi, De Djawatan sebenarnya merupakan kawasan hutan di tengah kota. Akan tetapi, ruang terbuka hijau ini terbilang unik, karena menggunakan pohon trembesi yang mampu menawarkan keteduhan di tengah cuaca panas.
Batang besar dengan ranting meliuk dari pepohonan trembesi menghasilkan pemandangan yang tidak biasa di De Djawatan. Kemudian, alih-alih terlihat seram, taman kota di Banyuwangi tersebut justru terlihat menenangkan. Apalagi saat hari sedang cerah yang menempakkan bentangan langit biru dari celah-celah dedadunan trembesi.
Faktor ini pula yang membuat para pengunjung, baik warga sekitar maupun wisatawan luar Banyuwangi, berlomba-lomba mengabadikan pepohonan trembesi di De Djawaran sebagai latar berfoto yang nantinya diunggah ke Instagram. Maka dari itu, taman ini cepat populer karena banyaknya foto yang masuk ke platform tersebut dan mengundang rasa penasaran dari orang-orang yang berselancar di dunia maya.
@noviariyanti27
Selain menjaga keindahan dan keamanan dengan memelihara pepohonan trembesi, Perhutani beserta Dinas Pariwisata Kabupaten Banyuwangi yang mengelola De Djawatan pun memastikan pengunjung nyaman menelusuri taman. Dalam hal ini, mereka menyediakan fasilitas seperti jalan setapak serta pemangkasan berkala pada rerumputan yang tumbuh di sekitar pepohonan.
Berfoto di antara pepohonan trembesi hanyalah satu dari sekian banyak kegiatan yang bisa Anda lakukan di De Djawatan. Ternyata, pihak pengelola sudah menyediakan fasilitas yang menunjang aktivitas lain seperti naik andong atau dokar, berjalan-jalan dengan kuda, hingga mengendarai ATV!
Ketiga jenis transportasi tersebut memungkinkan para pengunjung untuk mengelilingi De Djawatan dengan pengalaman berbeda. Wisatawan yang ingin bersantai dapat memilih andong, sementara kuda dan ATV disediakan buat Anda yang menyukai tantangan. Jangan cemaskan keselamatan di taman kota ini, sebab wisatawan akan ditemani pemandu berpengalaman.
@joeadimara_
Anda juga perlu menyiapkan biaya untuk menyewa fasilitas di De Djawatan. Kuda tunggang mematok tarif Rp20.000 (dewasa) dan Rp15.000 (anak-anak). Lalu untuk naik dokar atau andong, tarifnya adalah Rp10.000 (dewasa) dan Rp5.000 (anak-anak). ATV memang hanya ditujukan pengunjung dewasa dengan tarif Rp50.000, tetapi mereka masih bisa membawa anak. Ada pula mini trail untuk sang buah hati yang tarif sewanya dipatok senilai Rp25.000.
Wisatawan yang lapar dan ingin istirahat pun tak perlu jauh-jauh ke luar De Djawatan. Pasalnya, di sekitar taman kota tersebut ada kafe outdoor dan warung makan yang menyediakan makanan khas Banyuwangi dengan harga terjangkau.
1. Jika tak mau bertemu kerumunan, datang pada hari kerja (Senin-Kamis). De Djawatan buka dari pukul 7 pagi hingga lima sore, jadi pastikan Anda datang sesuai jam operasionalnya;
2. Untuk mendapatkan hasil jepretan yang bagus, datanglah di pagi hari saat sinar matahari belum terlalu terik atau di sore hari saat sang surya beranjak terbenam;
3. Ikuti peta digital apabila Anda berkunjung untuk kali pertama, karena tempatnya yang kecil, sehingga rawan terlewati.
Selamat liburan di De Djawatan!